Kesempurnaan

Ditulis dengan penuh kasih sayang dan tulus ikhlas oleh penulis anonim.

flower-tree-growing-concrete-pavement-105Seringkali yang kita harapkan dan doakan, adalah bimbingan dan petunjuk yang jelas dari Allah. Dunia yang kelihatannya terlalu mencabar bagi sebatang pohon iman untuk tumbuh dengan subur dan teguh membuatkan jiwa-jiwa yang pernah tersentuh hidayah, terus mengharapkan secebis keimanan itu terus hidup dan mengharum. Sekurang-kurangnya, agar masih mampu meniup semangat untuk pengislahan diri. At least.

Baru sahaja ingin bangkit sekejap cuma, datang ribut taufan melayukan dahan.

Hampir-hampir sahaja tercabut akarnya.

Dipaksakan bertahan, nyaris secebis iman ini terkorban.

Pedih, sakit yang tidak tertahan.

Terkadang nafsu yang mendorong, terkadang biah yang menggoda.

Namun, jelas, bukan itu yang wajar dipersalahkan.

Bukankah telah Allah nukilkan? Kisah agung pemuda kahfi. Buat inspirasi jiwa-jiwa iman yang terbelenggu dalam kebrantakan jahiliyyah. Tauhid yang dipegang, digasak oleh pemerintah yang zalim. Lantas, mereka melarikan diri ke gua lalu berdoa. Doa penuh harap dari seorang hamba kepada Rabb-nya.

(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

(18:10)

Mereka memohon agar dikurniakan RAHMAT dan disempunakan PETUNJUK  yang telah Allah berikan. Agar bila sakratul maut menjenguk, mereka tetap dalam keimanan dan tidak berganjak walau sedikit.

Agar secebis iman itu tetap mekar, walau terpaksa bersembunyi dari kezaliman.

Agar tidak terus hanyut dengan hasutan nafsu dan syaitan bila memilih untuk terpisah dari nikmat dunia.

Kerana, kita semua pernah disentuh oleh hidayah. Pintu-pintu hati kita pernah diketuk untuk mengenal Pencipta yang Agung. Namun, yang mencabarnya adalah untuk terus meletakkan hidayah itu pada tempatnya, untuk memastikan hidayah itu terus menetap di hati dalam bentuk nya yang paling sempurna. Boleh jadi, hidayah itu pernah hadir namun disebabkan kelalaian kita untuk menjaga dan memeliharanya, justeru ia terus pergi meninggalkan jiwa. Lalu, kembalilah sang jiwa itu menyukai perkara-perkara yang mendatangkan kemurkaan Allah dan membenci perkara-perkara yang dicintai Allah. Naudzubillah.

Doa pemuda kahfi mengajar kita banyak perkara:

  1. Hidayah itu mahal pada pemeliharaannya dan penjagaannya
  2. Hidayah yang mengetuk jiwa pada hentakan pertama tidak semestinya hadir dalam bentuknya yang paling sempurna.

Kesempurnaan hidayah itu perlu diusahakan. Ia hadir untuk menyedarkan namun jika jiwa itu tidak bermujahadah untuk mengekalkan hidayah, tidak mustahil ia akan hilang. Hidayah akan terus subur dengan tadabbur, tafakkur dan taqarrub ilallah. Ia tidak betah untuk hidup dalam jiwa yang merindui kemaksiatan dan kekufuran. Dan, tidak dinafikan,  doa yang penuh khusyuk dan kesungguhan agar disempurnakan hidayah yang telah Allah berikan merupakan senjata yang utuh bagi seorang mukmin.

Mudah-mudahan.

Semua orang bermula dengan sesuatu, melalui jalan dan cara yang tertentu namun, sungguh kita semua menginginkan yang satu.

Agar kematian kita, kematian yang baik.

Agar pengakhiran kita, pengakhiran yang indah.

Agar akhirnya, kita berjaya menjejakkan kaki di dalam syurga Allah bersama para anbiya’ dan orang-orang yang soleh.

Dan agar hidayah yang kita miliki hari ini, tetap dan terus menerus berada bersama kita setiap saat.

Allahumma ameen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s